Selasa, 19 November 2019

Aku dan Kamu

Aku mencintaimu dari kegelapan
Mengenangmu dalam bingkai ingatan
Memelukmu dalam doa
Menyapamu dalam lamunan

Aku tak mungkin mengejarmu
Kita berlari kearah yang berbeda
Kau sudah hampir sampai
Aku bahkan baru memulai

Kurindukanmu dalam keraguanku
Biarlah tersimpan rinduku ini
Ku penjarakan dalam hatiku
Sampai semesta tak mampu melihatnya

Minggu, 17 November 2019

Bukan Tanpa Alasan

Malam ini aku termenung
Kembali dalam sujudku
memohon jawaban atas pertanyaanku
Diakah yang kan menjadi kekasihku

Aku begitu mencintainya 
Begitu Meninginkannya
Tapi untuk apa aku bahagia
Jika dia tak merasakannya

Aku tak mendapat jawaban
Dan tumbuh benih keraguan
Dia yang selalu ada dalam doaku
Tak hadir dalam mimpiku

Aku takan memaksakan itu
Menggapainya dalam ambisiku
Dia kan jauh jau lebih bahagia
Jika tidak bersamaku

Menyapa Penuh Tanya

Sore ini hujan turun
Tepat disamping senja
Mengingatkan tentang beberapa kenangan
Yang sempat hilang, tersapu dan berlalu

Aku tak basah
Hanya melihat rintik-rintiknya
Deras suaranya membuatku tenang
Memberikanku kenyamanan

Matahari pun mulai terbenam
Gelap yang datang
Bersama bulan yang hanya terlihat setengah
Menyapa penuh tanda tanya

Minggu, 24 Februari 2019

Rindu Senja Dibalik Tenda

Angin menyapa tanpa bicara
Dilembah berputar bagai cerita
Aku selalu menikmatinya
Walau dilema jalan yang ada

Matahari mulai beranjak
Pergi untuk sementara
Meninggalkan bukit bukit yg kusinggahi
Meninggalkan langit langit yg kupandangi

Lembayung senja akan terlihat
Merah merona menghiasi sisi dunia
Terpampang indah Lukisan tuhan
Membuatku diam tak mampu bicara

Selasa, 19 Februari 2019

Belum Terlambat

Saat gelap datang
Menutup semua cahaya
Aku tersudut,
Terperangkap dalam rangkaian ceritaku


Berulangkali aku terjatuh,
Tenggelam didalam khayalanku
Entah sampai kapan


Aku hanya mampu bicara
Namun tak berdaya
Terjebak dalam kalimat-kalimatku
Terbakar oleh api yang kunyalakan sendiri


Masih adakah jalan bagiku
Untuk kembali
Aku tak tau dari mana aku memulainya
Dari mana aku akan menulisnya


Sekarang, aku hanya mampu bertahan
Entah sampai kapan
Dinding pertahananku akan hancur
Seiring berjalannya waktu


Aku akan terus berdoa
Semoga masih ada ruang
Untuk kembali

Minggu, 04 Juni 2017

Selamat Tinggal

Bisa kulihat luka menyala di matamu
Dan kutahu betapa keras tlah kau coba
Kau layak mendapat yang jauh lebih baik
Bisa kurasakan isi hatimu dan aku bersimpati
Dan aku takkan pernah mengecam
Semua takdirmu bagi hidupku

Aku tak ingin membuatmu bersedih
Aku tak ingin mendustaimu
Aku tak ingin mencegahmu
Ke tempat yang seharusnya

Kau takkan pernah bertanya kenapa
Hatiku begitu tersamar
Aku tak bisa lagi berbohong
Lebih baik kulukai diriku sendiri
Daripada harus membuatmu menangis
Tak ada lagi yang perlu dikatakan selain selamat tinggal

Kau layak mendapat kesempatan merasakan baiknya cinta
Aku tak yakin aku layak mendapatkannya
Kehilanganmu sangat menyakitkan bagiku .
Tak ada lagi yang perlu dikatakan selain selamat tinggal

Confused?


Apa yang bisa kulakukan? Mampukah kulalui semua ini?
Karena kini aku harus meninggalkan semuanya .
Tahukah kau, apa yang tlah kau lakukan padaku?
Sungguh sulit dipertahankan, perlahan semuanya berlalu .

Aku kan selalu merindukanmu
Betapapun aku menciummu, namun,
Hanya dalam khayalan .
Aku tlah berusaha begitu keras
Esok, aku masih akan menangis
Bagaimana bisa kau sembunyikan kebohonganmu, kebohonganmu?

Kini aku ada di sini, melihatmu sekali lagi
Pikiranku terbang jauh
Hatiku begitu dekat
Terlalu bangga untuk melawan
Aku kembali menyusuri malam
Akankah kutemukan seseorang yang bisa dipercaya?